Bahan asam lemak berkualitas tinggi untuk kesehatan hewan peliharaan yang optimal
July 3, 2025
Bahan Asam Lemak Berkualitas Tinggi untuk Kesehatan Hewan Peliharaan yang Optimal
Seiring dengan peningkatan standar hidup, semakin banyak individu dan keluarga yang mengadopsi hewan peliharaan, menjadi penyayang hewan peliharaan yang setia. Hewan peliharaan tidak lagi hanya sekadar teman, tetapi sering dianggap sebagai teman atau bahkan anggota keluarga. Akibatnya, memastikan kesehatan dan kebahagiaan mereka telah menjadi tujuan bersama di antara pemilik hewan peliharaan. Tujuh nutrisi penting—protein, karbohidrat, lipid, vitamin, mineral, serat, dan air—sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan hewan peliharaan. Di antara ini, lipid memainkan peran penting, membuat pemilihan bahan asam lemak berkualitas tinggi yang sesuai sangat penting untuk kesejahteraan hewan peliharaan.
1 Pentingnya Sodium Butyrate untuk Kesehatan Usus Hewan Peliharaan
1.1 Karakteristik Pencernaan Hewan Peliharaan
Fisiologi pencernaan hewan peliharaan berbeda secara signifikan dari manusia, ternak, dan hewan ruminansia, yang mengarah pada proses yang berbeda untuk penyerapan makanan dan nutrisi. Selain itu, sifat pencernaan dan fungsi usus bervariasi di antara berbagai jenis hewan peliharaan.
Anjing dan kucing memiliki gigi tajam dan kekuatan menggigit yang kuat, memungkinkan mereka makan dengan cepat. Anjing memiliki saluran usus yang pendek dengan dinding tipis dan kapasitas fermentasi yang terbatas, yang mengakibatkan pencernaan serat kasar yang buruk. Kandungan asam lambung mereka (sekitar 0,4%2530,6%) memungkinkan pencernaan protein yang kuat. Anjing juga memiliki refleks muntah yang sangat berkembang, yang membantu mencegah keracunan. Kucing, sebagai karnivora, terutama mengandalkan daging untuk penyerapan nutrisi. Saluran pencernaan mereka pendek dan lebar, dengan dinding tebal dan efisiensi pencernaan yang tinggi, tetapi sekum mereka belum berkembang dan kurang memiliki kemampuan fermentasi. Kedua spesies memiliki saluran pencernaan yang pendek, dan konsumsi makanan olahan yang berkepanjangan seperti kibble, makanan kaleng, atau camilan dapat menyebabkan sembelit, diare, gangguan pencernaan, atau gastroenteritis. Usus, yang berfungsi sebagai organ kunci untuk penyerapan nutrisi dan kekebalan tubuh, secara signifikan memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Dengan demikian, menjaga kesehatan usus sangat penting bagi hewan peliharaan.
Kesehatan Usus yang Buruk = Nutrisi Terbuang + Penyerapan yang Buruk
Usus adalah organ penting untuk penyerapan nutrisi, termasuk elemen jejak, vitamin, dan kalsium.
Kesehatan Usus yang Buruk = Diare + Alergi
Sebagian besar racun dan patogen masuk ke dalam tubuh melalui usus.
1.2 Peran Asam Butirat dalam Kesehatan Usus Hewan Peliharaan
Asam butirat adalah asam lemak rantai pendek yang dihasilkan oleh fermentasi bakteri anaerobik dari karbohidrat dan polisakarida serat yang tidak tercerna di usus besar. Ia memiliki efek biologis yang luas tetapi mudah menguap dan sulit digunakan secara langsung dalam pakan atau makanan hewan peliharaan. Dengan demikian, garam butirat yang stabil (misalnya, sodium butirat) umumnya digunakan.
1.2.1 Pasokan Energi Cepat, Mempromosikan Pertumbuhan, Diferensiasi, dan Perbaikan Vili
Asam butirat adalah sumber energi pilihan untuk sel epitel usus. Di antara asam lemak rantai pendek, asam butirat menawarkan efisiensi energi tertinggi, melewati penyerapan hati dan siklus asam trikarboksilat yang kompleks untuk secara langsung menyehatkan sel epitel. Ini mempromosikan pertumbuhan vili dan memperbaiki membran vili dengan memperbarui sel-sel perantara, secara efektif mencegah dan meringankan gastroenteritis pada hewan peliharaan.
1.2.2 Efek Antimikroba Selektif, Menyeimbangkan Mikrobiota Usus
Asam butirat memodulasi keasaman saluran pencernaan, menghambat patogen yang sensitif terhadap asam seperti Escherichia coli, Salmonella, dan Campylobacter sambil mempromosikan pertumbuhan bakteri yang bermanfaat. Keseimbangan ini mengurangi diare, sembelit, kembung, gangguan pencernaan, tinja busuk, dan bau mulut.
1.2.3 Meningkatkan Kapasitas Anti-Inflamasi dan Kesehatan Keseluruhan
Asam butirat menekan peradangan usus. Ketika monosit/makrofag bertemu bakteri, mereka menghasilkan zat pro-inflamasi seperti IL-12, yang merangsang sel T untuk melepaskan IFN-γ, faktor nekrosis tumor (TNF), dan IL-2, memicu peradangan usus (MD Säemann et al., 2000). Asam butirat menginduksi monosit/makrofag untuk menghasilkan IL-10, yang menghambat IL-12 dan IFN-γ, sehingga mengurangi peradangan
Usus tidak hanya merupakan tempat pencernaan dan penyerapan nutrisi tetapi juga merupakan organ kekebalan tubuh yang vital. Ia memiliki empat fungsi penghalang: fisik, kimia, biologis, dan kekebalan. Dengan meningkatkan ekspresi protein tight junction, sekresi lendir sel goblet, dan proliferasi limfosit/sel mast, asam butirat memperkuat penghalang ini, meningkatkan kekebalan hewan peliharaan.
1.3 Suplemen Asam Butirat yang Optimal—DING SU G
Teknologi eksklusif Neo-Agri telah mengembangkan sodium butirat generasi kedelapan—DING SU G, solusi bergizi usus untuk kesehatan hewan peliharaan!
1.3.1 Struktur Inovatif: Kristal Terjalin dengan Permukaan Mirip Anggur
1.3.2 Granul Putih dengan Kemampuan Aliran yang Sangat Baik
1.3.3 Kemurnian Tinggi, Bau Ringan
Pemrosesan khusus secara signifikan mengurangi bau khas asam lemak sodium butirat. Produk ini tidak higroskopis dan memiliki kemurnian lebih dari 98%.
1.3.4 Keseragaman Tinggi dalam Pencampuran Pakan
Ukuran partikel DING SU G cocok dengan bahan pakan konvensional, dan struktur kristal terjalinnya memastikan keseragaman pencampuran yang tinggi. Koefisien variasi (CV) untuk keseragaman pencampuran meningkat sebesar 32% dibandingkan dengan sodium butirat biasa (Gambar 5).Gambar 5 CV Keseragaman Pencampuran DING SU G vs. Sodium Butyrate Biasa
1.3.5 Kelarutan Air Cepat untuk Perawatan Pencernaan Komprehensif
DING SU G larut dengan cepat (13 g/detik). Setelah asupan oral, ia memberikan efek "pengasaman" ganda di seluruh saluran pencernaan
1.3.6 Toleransi Tinggi, Tidak Ada Pembatasan Penggunaan
DING SU G tahan terhadap suhu tinggi (titik leleh: 250
–253°C) dan pemrosesan, sehingga cocok untuk makanan hewan peliharaan kering/basah, camilan, dan produk kalengan. Aman untuk hewan peliharaan dari segala usia, termasuk bayi baru lahir dan individu yang sensitif, tanpa kontraindikasi untuk antibiotik. Bahkan dapat meningkatkan efektivitas antibiotik.

